Rumus Albert Einstein thn 1905 yang dipajang dengan ketinggian 3m di Berlin
E=mc² dalam ilmu fisika adalah sebuah rumus yang sering dikenal dan sangat penting dalam menjelaskan persamaan nilai antara energi (E) dan massa (m), yang disetarakan secara langsung melalui konstanta kuadrat laju cahaya dalam vakum ( c 2 )
E=mc²
artinya:E = energi (J dalam satuan Joule)
m = massa (kg)
c = kecepatan cahaya (m.s-1)
Faktor c 2 bernilai 89.88 PJ/kg = 21.48 Mt TNT per kg = 149.3 pJ/u = 931.5 MeV/u.
Jika energi yang dimaksud dalam persamaan di atas adalah energi diam, maka massa yang terkait adalah juga massa diam atau massa invarian.
Dari rumus inilah akhirnya bom atom pertama kali dapat dibuat oleh seorang ilmuwan Jerman yang pindah ke Amerika setelah perang dunia II, ilmuwan itu bernama Von Braun
Daftar isi
1 Sejarah dan konsekuensinya
2 Lihat pula
3 Referensi
4 Pranala luar
Sejarah dan konsekuensinya
Albert Einstein menurunkan formula ini didasarkan atas pengamatannya pada tahun 1905 atas kelakuan obyek yang bergerak dengan laju mendekati laju cahaya. Kesimpulan terkenal yang ditariknya dari pengamatan ini adalah bahwa massa sebuah benda sebenarnya adalah sebuah ukuran dari kandungan energi benda tersebut. Sebaliknya, persamaan yang dimaksud mengisyaratkan bahwa semua energi yang ada dalam sistem tertutup memengaruhi massa diam dari sistem.
Energi = Massa x (kecepatan cahaya dalam ruang vakum) ^ 2
Energi = Massa x (kecepatan cahaya dalam ruang vakum) ^ 2
Rumus ini juga digunakan untuk mengukur besarnya energi yang dihasilkan dalam reaksi nuklir. Perubahan massa isotop sebelum dan sesudah reaksi nuklir diperhitungkan. Dimana jumlah massa yang hilang sesudah reaksi nuklir (Δm) dikalikan dengan kuadrat kecepatan cahaya, hasilnya sama dengan energi yang dilepaskan dalam reaksi nuklir tersebut.
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.